DAKU YANG TAK DIINGINKAN
Bisakah Daku hidup Ibu?
Bisakah Daku merasakan
hangatnya pelukanmu?
Merasakan belaian
lembut dari jemari indahmu?
Melihat senyum indah
nan merekah di wajahmu?
“Tak bisa!” Itu
jawabanmu yang membenturkanku pada batu kekecewaan
Daku yang terbuang sia
dari si rahim yang suci
Dan keluarlah Daku,
mengalir bak air kotor penuh noda
Tak taukah rasanya Ibu?
Kerasnya siksa terasa hina
Sakit! ketika benda
keras itu mencabik-cabik tubuh mungilku
Hancur menjadi manusia sudah
tak terbentuk
Dan jadilah Daku yang
tak diinginkan
Inikah aborsi? Apakah
tidak terlalu kejam bagimu?
Tak merasa iba, tak
merasa bahagia
Apakah kehadianku menyusahkanmu,
Ibu?
Jawaban yang Daku
dengar darimu begitu semu
Menjadi Daku yang tak
diinginkan
Kini sungguh! Sucinya Maaf
terbuka lebar bagimu
Biarkanlah, penderitaan
ini bersandar pada akhir yang indah di pangkuan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar