Rabu, 30 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 13)

Ada sebuah cara yang dapat dilakukan Debby untuk mengetahui semua yang ingin diketahuinya.  Ia yakin ini akan berhasil.

"Karena kamu sudah memberikanku minuman ini,  jadi kamu harus menerima ini" Debby menyerahkan sebotol air jeruk dingin asli buatannya sendiri. Sangat cocok diminum di saat cuaca panas seperti hari ini.

"Wahh.. Terimakasih.  Aku sangat menyukai ini.  Favoritku jeruk juga semua makanan dan minuman yang berbahan dasar jeruk" 

"Benarkah? "

Dua fakta terkuak.  Cara mudah untuk menguak berbagai fakta tersembunyi dalam diri Bemby.  Setelah mengetahui nama Bemby serupa dengan nama laki-laki yang ada dalam mimpinya,  jeruk yang dikatakan Bemby menjadi buah favoritnya juga sesuai dengan mimpinya. 

"Tapi bagaimana kamu tahu aku suka jeruk?" Tanya Bemby. "Mungkin saja kebetulan". 

Debby tersenyum,  "entahlah".  Kepura-puraannya tidak lain hanya ingin membuat Bemby curiga.  

"Ciyehh.. Kalau kalian berdua terus tatapan seperti itu,  awas bisa jatuh cinta.  Ya.. Istilahnya cinta dari mata turun ke hati.  Hahaha... " Teriak Rindu dari kejauhan. Rindu mendekat dengan kondisi basah kuyup.  Disusul Dito dengan kondisi yang sama. 

" Jangan bicara sembarangan" Balas Dito. 

"Tentu,  banyak orang mengatakan kalau cinta itu turun dari mata lalu ke hati,  cinta itu bisa datang dari pandangan pertama.  Banyak kasus dimana orang hanya membutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta.  Semua itu mungkin saja terjadi dengan mereka berdua.  Apa kalian setuju?"

Debby hanya diam.  Bagaimana bisa Rindu mempertanyakan sesuatu seperti itu? Perkataan dan pertanyaannya membuat Debby sangat malu.  Benar-benar memalukan.  Reaksi berbeda justru datang dari Bemby.  Bemby tidak terlihat malu sama sekali.  Ia tersenyum saja.  

"Cinta sesederhana itu ya.  Bisa saja itu terjadi.  Tidak ada yang mustahil di dunia ini kan? " Ucap Bemby.  Mendengar itu semua terlihat syok.  Bukankah itu pertanda bahwa Bemby menginginkan semua yang dikatakan Rindu itu benar?. Debby menoleh dan menatap Bemby dengan perasaan tidak karuan.  Rindu melongo seolah tidak percaya dengan apa yang didengar telinganya.  Sedangkan Dito hanya bersikap biasa saja.

"Bagaimana pendapatmu tentang ucapan Bemby tadi? " Rindu mulai menggoda.  

"Emm..mungkin saja" Ucap Debby dengan pelan,  namun masih bisa didengar oleh Rindu.

"Apa yang kamu katakan?" Tanya rindu penuh kepura-puraan.

"Oh tidak. Menang aku tadi bilang apa? " Jawab Debby.  Ia sengaja berpura-pura menjadi pasien alzaimer yang melupakan sesuatu yang terjadi sebelumnta

"Sebaiknya kalian pergi dari sini" Usir Debby.

"Jadi kalian ingin berduaan di sini?  Ya sudah"

Rindu memang pandai mengatakan sesuatu yang membuat Debby salah tingkah di depan Bemby. Walaupun hanya candaan,  semua perkataan Rindu membuatnya malu.

#Day15
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara 

CERBUNG (Believe or Not #Part 12)

Tidak ada penyesalan sama sekali setelah melihat pemandangan luar biasa di pantai Nusantara.  Pepohonan yang menjulang tinggi berjajar rapi di pesisir pantai. Menjadikannya peneduh alami di pantai yang terkenal panas.  Tidak hanya itu,  air laut yang terhampar berwarna sungguh menawan mata.  Biru safir dipadu padankan dengan nuansa hijau dari pepohonan.

Ditemani Rindu sahabat terbaiknya, Dito teman lamanya yang dipertemukan kembali secara tiba-tiba,  serta Bemby seseorang yang menjadi pangeran di mimpinya membuat hari ini dipastikan berarti dan berkesan untuk dijadikan sebuah kenangan yang tidak boleh dilupakan sampai kapan pun.

Debby memilih untuk bersantai di bawah pohon dibandingkan bermain air seperti yang dilakukan Rindu dan dito.  Bahkan pakaian mereka berdua sudah basah dengan air laut. Karena alasan matahahari masih terlalu terik.  Bemby mengeluarkan barang-barang dari dalam mobil.  Hanya untuk berlibur sehari,  barang yang dibawa seolah akan berlibur seminggu.

"Aku bantu ya" Ucap Debby sambil mengambil barang yang berada di tangan Bemby.

"Ini berat.  Kamu tidak akan mampu. Keluarkan yang lain saja" Bemby mengambil barang yang diambil Debby dari tangannya.

Butuh beberapa menit untuk mengeluarkan dan memindahkan barang ke tempat pilihan Debby.  Rindu dan Dito melepas tanggung jawabnya dan memberikannya kepada Debby dan Bemby. Sungguh egois.

"Ini buat kamu" Bemby menyuguhkan minuman untuk Debby yang terlihat kehausan.  Debby merasa sangat malu atas tindakan Bemby.  Bagaimana ia bisa sangat baik kepada orang yang baru dikenalnya? 

"Terimakasih"

Bembu tersenyum.  "Aku merasa tidak enak mengikuti kalian liburan"

Debby tidak menyukai kalimat tersebut, " Jangan begitu. Aku justru senang".

"Benarkah?"

Debby mengangguk.  "Aku justru bahagia dengan kehadiranmu di sini.  Ini momen langka yang sangat ingin ku lalui.  Dengan ini aku bisa mengenalmu lebih. Kupikir Rindu benar,  jika tuhan telah memberikan jalan termudah untuk bertemu dan berbicara secara langsung.  Aku benar-benar bahagia sekarang". Debby ingin mengatakan ini.  Benar-benar ingin.  Tetapi mengatakannya sungguh berat.  Seiring berjalannya waktu dengan kesempatan yang berikan pada saat ini,  Debby ingin mengetahui segalanya tentang Bemby dan menyelaraskan dengan Bemby di mimpinya.

#Day14
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Senin, 28 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 11)

"Hust,  bukannya itu Bemby ya?"  Bisik Rindu yang dibalas anggukan lemah dengan ekspresi terkejut.  "Tuhan memberikanmu jalan"  Tepukan mendarat di bahu Debby.

Butuh beberapa waktu untuk menenangkan jiwa raganya.  Debby akan berusaha sok kenal sok deket. Bagaimana bisa sekarang ia dan Bemby semobil?  Kejadian semacam ini tidak pernah terpikirkan sama sekali alias di luar dugaan.

Berlibur bersama?  Bukannya ini kejutan yang luar biasa.  Ketika melihat Dito,  ia biasa saja karena sudah saling kenal mengenal sejak bocah.  Namun,  dengan bemby berbeda manakala sejak pertama bertemu,  tak pernah sekalipun berbicara dengan jarak dekat maupun jauh.  Debby hanya menjadi mata-mata yang masih berambisi menemukan dan melumpuhkan bermacam-macam enigma dalam diri Bemby.  Karena hanya dengan memastikan ia bisa mengetahui apakah aktor utama dalam mimpinya adalah Bemby.

"Hei,  syoknya lanjut nanti saja." Ucap Rindu.

"Rindu, kamu duduk di depan" Dito menunjukkan sifatnya yang suka memerintah jika itu memberi keuntungan baginya.  Debby tahu kalau Dito ingin duduk bersebelahan dengannya.  Dan itu sudah biasa terjadi sebelum Dito menghilang.

Debby mengangguk menyatakan persetujuannya untuk duduk di samping Dito.

"Debby,  tunggu!  Aku saja yang duduk di depan" Dengan cepat dan sigap Rindu berpindah duduk ke depan.  Tujuannya sudab jelas,  Rindu ingin memudahkan jalan sahabatnya untuk mengenal Bemby.  "Sebaiknya jangan duduk di belakang ya.  Semua kursi itu sudah penuh dengan barang".

Tidak ada pilihan lain.  Debby masuk dengan jantung yang berdetak semakin cepat. Apa yang harus ia lakukan?

"Debby,  Salam kenal ya.  Aku Bemby"

"Emm..aaaa.. Ia aku tahu kok" Ucap Debby. Kalimat yang tidak seharusnya keluar. Karena situasi,  semuanya terjadi tanpa dipikirkan.  Betapa malunya Debby. Bagaimana jika ucapannya memunculkan suatu kecurigaan.

"Owh,  kamu sudah tahu.  Tapi kita belum berkenalan secara resmi loh. " Bemby menjulurkan tangannya.

Debby membalasnya.  Tangan Bemby halus dan terlihat coklat.  Tangannya terlalu indah sebagai laki-laki.

Memang bukan suasanya yang nyaman untuk Debby.  Tapi ia terpaksa merasakannya.  Mungkin jalan inilah yang diberikan tuhan untuk mengurangi porsi penasarannya.

~~~

Setelah melewati berbagai macam bentuk pertanyaan,  jawaban,  obrolan dan candaan,  akhirnya mereka semua sampai di pantai Nusantara. Pantai yang begitu ramai.

Debby,  Rindu,  Dito dan Bemby berdiri di persisir pantai.  Menatap luasnya lautan biru yang membentang di depan mereka.

Rindu dan Dito berlari mendekati air.  Debby dan Bemby  masih berdiri di tempat yang sama.

"Bukannya sangat indah? " Ucap Debby kepada seseorang  yang berada di sampingnya.

"Indah dan cantik.  Apalagi jika dilihat dari jarak sedekat ini.  Aku rasa akan menyukainya."

#Day13
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

CERBUNG (Believe or Not #Part 10)

Bergerilyalah tangan Rindu memilih barang yang terlihat bagus,  namun tidak pada Debby.  Walau uang yang di bawa mendukung untuk melakukan hal yang sama seperti sahabatnya, tetapi ia tetap berhemat.  Membeli barang-barang seperlunya saja.  Liburan hanya satu hari, kemungkinan akan berbeda jika berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

"Rindu,  bukannya kurma-kurma ini terlihat enak? " Celetuk Debby.  Barisan kurma itu menyita perhatiannya.

"Aku sangat suka.  Sangat sangat menyukainya"

"Bukannya kamu tidak suka kurma ya? "

" Kurma? Bukan kurma,  tapi laki-laki itu" Jari tangannya menunjuk seorang lelaki yang tengah berjalan menyusuri sebuah pakaian.  Mampu menyita perhatian Rindu di tengah-tengah pengunjung lain yang hilir mudik tanpa henti. "Aku mau kenalan" Tanpa perlu pikir panjang lagi,  Rindu menghampiri laki-laki yang berhasil menyita perhatian jomlo selama sebulan ini.

Namun,  langkah Rindu terhenti,  ketika ada seorang perempuan yang datang dengan kondisi hamil.

"Hahahaha... " Debby terbahak-bahak melihat peristiwa langka itu.  Ditambah wajah sahabatnya yang terlihat kecewa."kamu mau jadi Pelakor,  hahahaha"

"Tega kamu Deb"

"Hahaha. Maaf-maaf.  Mungkin belum jodoh.  Pelajaran baru,  jangan langsung nyosor kalau ada laki-laki tampan lewat di depan mata.  Untung belom kenalan.  Kalau istrinya tahu suaminya diganjenin orang,  dia bisa salah paham, sakit hati,  bisa-bisa anaknya brojol di sini.  Kan bisa gawat"

Rindu hanya diam.

"Udah deh,  lanjut belanjanya"

Debby menepuk bahu Rindu.  Bertanda "tidak apa-apa"  yang penting melakukan suatu usaha untuk menghilangkan status lajangnya. Rindu memang tipe perempuan yang tidak tahan melajang.

~~~

"Kita berangkat" Teriak Debby. "Sekarang, kita ke pantainya naik apa?" Debby tidak mempertanyakan hal terpenting tersebut ketika Rindu mengajaknya berlibur. Debby menjadi pelupa untuk sesaat.

"Eitss.. Tenang.  Tunggu beberapa menit lagi. Ada kejutan buat kamu"

"Kejutan?"

"Ya kejutan"

Terdengar bunyi klakson dari kejauhan. Lalu Sebuah mobil silver berhenti di depan Debby. Ia tidak terlalu penasaran dengan supir itu,  sampai Rindu mengatakan bahwa kejutannya adalah orang yang menjadi supir tersebut.

"Siapa? "

Penasarannya terhenti,  ketika wajah Dito muncul saat kaca mobil di buka.

"Ini kejutannya" Sorak Rindu.

"Dito?  Darimana kamu tahu kalau aku akan berlibur"

"Rahasia.  Pokoknya aku tahu deh" Sekarang hobbynya bermain rahasia-rahasia.  Saat ditanya,  pasti jawaban yang diterima selalu kata "Rahasia". "Karena kita akan liburan,  semakin ramai bukannya semakin seru?"

"Bener.  Bertiga kan sudah ramai? " Sahut Debby.

"Sebenernya aku ajak satu orang lagi.  Maaf belum izin sebelumnya. Ya sudah masuk gih?"

Cukup menjadi kejutan dengan bergabungnya Dito di acara liburannya. Pasrah ketika Dito harus mengajak temannya yang sedari tadi diam di kursi belakang.  Dari luar tak terlihat karena kaca mobil gelap.

"Emang yang kamu ajak siapa Dit? " Tanya Debby sambil membuka pintu mobil.

Debby menganga,  seolah apa yang dilihatnya di dalam mobil hanya sebuah khayalan.  Seseorang yang ia kenal dengan santai melambaikan tangan dan tersenyum. Dia mengatakan "hai" dan jantung Debby langsung bereaksi cepat.

"Kamu kenapa tidak masuk? " Tanya Rindu.  Dito ikut menoleh karena sedari tadi tidak sadar jika Debby hanya berdiri di depan pintu mobil.


#Day12
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara



Sabtu, 26 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 9)

Kado itu berisikan sebuah boneka berbentuk tokoh kartun favoritnya,  Doraemon.  Sebuah kartu bertuliskan "bukankah kamu menyukai ini? ". Dia tahu,  yang menjadi pelaku utama kemungkinan Dito.  Karena selama ini hanya Dito yang mengetahui masa-masa kecilnya. Apa yang disukai apa yang dibenci.  Itu sudah pasti.

"Tapi,  bisa juga yang kirim ini Bemby" Celetuk Rindu di masa-masa kebingungannya melambung tinggi.

Debby menghela nafas,  lagi dan berulang kali.  Menggambarkan depresi yang berlebihan.

"Sudahlah,  urusan seperti ini tidak perlu dipusingkan berlebihan.  Bawa santai aja.  Setidaknya itu yang aku lakukan dulu.  Untuk itu aku berani berkata seperti itu."

Debby mengangguk.  "Benar juga.  Akan rumit jika dipikir rumit. Entah Bemby atau Dito,  mereka penuh dengan rahasia. Kisahku juga masih menjadi rahasia."

"Nah, mumpung tidak ada tugas,  bagaimana kalau kita shopping? "

" Setuju"

Bus datang di waktu yang tepat.  Bus 1001 akan membawanya ke pusat perbelanjaan yang cukup terkenal.  Debby dan Rindu duduk di dua kursi dari belakang.  Karena hanya kursi itu yang tidak diduduki penumpang.

"Kita akan membeli semua perlengkapan untuk weekend nanti.  Aku sudah tidak sabar untuk ke pantai yang kata kamu itu bagus" Ucap Debby dengan wajah sumringah.  Sangat berbeda dengan ekspresi sebelumnya.

"Sebenernya sih bukan aku yang bilang.  Teman-teman mengatakannya kepadaku kalau pantai itu bagus.  Ya sudah,  itu destinasi wisata yang patut kita coba kunjungi.  Semoga tidak mengecewakan"

Debby mengangguk setuju.

Gggrrookkk....

Percakapan mereka terganggu.  Ada seorang yang mendengkur sangat keras di belakang mereka berdua.  Wajah yang tertutup koran membuat wajahnya tidak terlihat.

Gggroookkk....

Sekarang Debby dan Rindu merasa jijik.  Tindakannya sungguh tidak tahu malu.  Semuanya penumpang menoleh ke arah laki-laki itu.

"Neng,  sebaiknya bangunkan temanmu" Salah satu penumpang menegur Debby dan Rindu.

"Dia bukan teman saya Pak"

"Bukannya kalian memakai seragam yang sama?"

Debby dan Rindu menoleh.  Memindai keseluruhan badan laki-laki yang tidur terlalu lelap.  Selama ini ia hanya memperhatikan koran yang menutupi wajahnya.  Tetapi ternyata seragam yang di pakai serupa dengannya.

"Hei,  Ba... "

Laki-laki itu bangun. Dia bangun lalu berdiri.  Koran dengan sengaja diletakkan di wajahnya.  Mungkin dia tersadar jika orang-orang di dalam bus membicarakannya.

"Berhenti pak"

Bis berhenti.  Dengan koran menutupi wajah, dia berjalan lalu turun.

"Makhluk aneh" Ucap Debby.

"Ada yang terjatuh.  Sepertinya milik penumpang aneh itu. "

Rindu mengambil barang itu.  Sebuah amplop coklat yang lumayan tebal.

"Apa ini uang?  Tebal sekali" Ucap rindu.  Tangannya tak berhenti membolak-balikkan amplop coklat itu. Mengamati dengan seksama dan jika itu benar uang,  ia akan takjub.

"Uang atau bukan,  sebaiknya kita kembalikan"

"Kepada siapa kita kembalikkan.  Walaupun orang itu bersekolah di tempat sama dengan kita,  bukan berarti kita tahu siapa pemiliknya.  Wajahnya saja diturupi koran"

"Urusan kita bertambah lagi.  Belum usai masalah Bemby dan Dito yang masih rahasia atau sengaja dirahasiakan.  Muncul lagi masalah baru.  Lama-lama kita bisa jadi detektif muda"

"Kita pikirkan nanti saja. Sekarang waktunya kita berbelanja.  Jangan sampai suasana ini dirusak dengan berbagai pikiran yang tak kunjung selesai.  Kita pikirkan nanti"

"Baiklah"

Bus akhirnya berhenti.  Pembicaraan mereka tentang segala sesuatu yang terjadi turut berhenti.  Sengaja dilepas untuk nanti ditangkap lagi.


#Day11
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara


Jumat, 25 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 8)

Fakta baru terkuak dari mulut Jihan,  seorang kakak kelas kenalan Rindu yang kebetulan sekelas dengan Bemby.

"Jadi mereka sekelas ya kak?  Bemby dan Dito? " Tanya Rindu meyakinkan.

"Ia.  Emang ada yang salah?"  Jawab Jihan santai.  Novel yang dipegang kembali dibaca.

Spontan Debby dan Jihan menggeleng,  menyembunyikan kebenaran yang tidak ingin diketahui orang lain.

"Terimakasih infonya kak"

"Oke"

Adanya Bemby yang hadir di kehidupan nyatanya serta kemunculan Dito secara tiba-tiba masih menyisakan enigma yang susah terkuak.  Seakan butuh berbulan-bulan untuk menuntaskan enigma tersebut.

"Sudahlah,  jangan terlalu dipikirkan.  Tidak ada rahasia yang bertahan selamanya.  Begitu pun kebenaran,  entah suatu saat akan terpecahkan juga."

Debby menghela nafas panjang.  Beberapa kali hingga ia duduk lemas di kursi sebelah pos satpam.  "Bagaimana pun aku berusaha,  semua tentang Bemby  dan Dito tetap membuatku penasaran, Rin.  Semua kejadian ini membuatku kebingungan.  Urusanku dengan Bemby belum Selesai,  datang lagi urusan baru.  Kemunculan mereka itu.. Akh.. Aku tidak bisa berkata-kata lagi"

Rindu hanya bisa diam.  Berpikir sejenak kalau segala keluh kesah Debby ada benarnya.  Jelas,  Rindu tidak merasakan efek apapun karena satu alasan,  bukan Rindu yang menjadi sang tokoh utama.

"Kak Debby ya? " Tanya salah satu siswa yang kini berdiri di depannya.

"Ia. Ada apa?"

"Ini ada sesuatu untuk kakak?" diserahkannya kado yang terbungkus kertas berwarna biru.  Warna kesukaan Debby.

"Ini dari kamu? "Rindu menimpali.

"Bukan kak.  Tadi ada yang titip ini.  Tapi saya tidak tahu identitasnya.  Yang jelas dia laki-laki"

"Oke.  Terimakasih ya"

Dibuka berlahan kado bernuansa biru itu.  Tampak sebuah benda yang menjadi kesukaannya.  Tidak lupa tertuang kata-kata di sebuah kartu berukuran kecil.  Debby bertanya-tanya,  siapakah seseorang yang tahu benda favoritnya?  Apakah ini hanya suatu kebetulan?. Namun tampaknya tidak,  karena kartu itu menunjukkan bahwa seseorang telah lama mengintainya.


#Day10
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Kamis, 24 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 7)

"Loh Kak Dito?"  Mata Debby langsung mengenali wajah seorang kenalannya.
Dialah Dito,  kakak kelasnya semasa SMP sekaligus teman sepermainannya.  Sejak Dito lulus dari SMP,  Debby tak pernah melihatnya lagi.  Teman sepermainannya sedari bocah sampai menjelang remaja pergi tanpa mengucap sepatah kata pun.

"Emm.. Kita ketemu lagi ya"

Debby belum bisa beradaptasi dengan kejadian ini.  Seolah tak percaya dengan apa yang dilihat oleh mata kepalanya sendiri.  "Kenapa kak Dito bisa muncul di sini setelah tidak ada kabar? Kemana saja selama ini? "

"Perkenalkan,  Aku siswa pindahan dari Banjarmasin, Dito Prasetya" Dito mengulurkan tangannga.  "Salam Kenal".  Wajahnya tersenyum.  Debby masih mengenali senyum itu. Senyum yang akan menunjukkan lesung pipit di pipi Dito.  Membuat senyumnya terlihat manis. "Sayang ya,  pertemuan kita kurang bagus.  Harus ku apakan baju kotor ini?"

"Ah,  Katanya tidak apa-apa.  Yang terpenting aku sudah minta maaf" Debby spontan berteriak.  Teriakkannya membuat semua siswa menoleh ke arahnya.

"Hahahaha... Ternyata kamu masih sama seperti dulu.  Bocah yang tak mau kalah.  Tapi sepertinya obrolan kita harus berlanjut lagi.  Nanti aku hubungi" Ucap Dito.  Dia pergi,  meninggalkan banyak pertanyaan dipikiran Debby.  Belum selesai Debby akan rasa penasarannya terhadap Bemby,  muncul lagi seseorang yang menambah beban penasaran dalam dirinya.

"Yang tadi itu siapa Deb? " Rindu yang sedari tadi diam akhirnya bertanya.

"Kakak kelasku dulu sewaktu SMP dan teman sepermainanku.  Rumah kita berdua dekat,  jadi setiap bermain atau belajar selalu bersama" Debby menjawab.  Semua kenangannya terbayang lagi di saat hari-hari yang banyak dilaluinya bersama Dito.  Ia tidak menyangka,  bocah kecil itu muncul lagi di waktu dan tempat yang tidak terduga.


#Day9
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

CERBUNG (Believe or Not #Part 6)

"Sudahlah,  tidak ada gunanya juga kita berdebat.  Bagaimana kalau akhir pekan ini kita berlibur ke Pantai,  refreshing"  Ajak Debby sekaligus mengakhiri perdebatan mereka yang singkat namun jarang terjadi.

"Pantai mana?"

"Emmm... Pantai ini baru aja ada sih,  tapi pemandangannya lumayan. Kalau tidak salah namanya pantai Nusantara"

Rindu setuju saja,  asalkan apa yang digambarkan Debby itu benar adanya.  Rindu tidak mau membuang waktu dan tenaganya untuk menghabiskan liburan di tempat yang tidak sesuai dengan bayangannya.

"Kenapa kita tidak sekalian saja ke pantai Kuta.  Ajak sekalian tuh si Bemby,  pangeran impianmu" Ucap Rindu sambil menunjukkan tawanya yang terlihat aneh.  Senyumnya bahkan tak manis sama sekali. Bagaimana laki-laki di luar sana bisa memperebutkannya?

"Kuta yang di Bali? " tanya Rindu.

"Ya ialah.  Seantero Nusantara juga tahu kalau pantai Kuta itu adanya di Bali"

"Eitss.. Siapa bilang? Kamu lupa kalau Pantai Kuta itu juga ada di Lombok? "

"Ah masak ia sih?"  Rindu mulai menunjukkan kelemahannya tentang wisata-wisata di indonesia. "Oke,  terima kasih sudah memberi tahu fakta baru.  Kita berdua sudah setuju akhir pekan ke pantai Nusantara ya.  Sebaiknya kita masuk kelas sekarang"

Debby dan Rindu bangkit dari meja kursi sesambil membawa nampan makanan mereka masing-masing.

Pppraangggg.....

Nampan yang dibawa Debby terjatuh setelah tidak sengaja menabrak seseorang yang ada di belakangnya. Debby mengambil nampan itu dibantu dengan Rindu.

"Maaf aku tidak sengaja... "

"Tidak masalah"

Debby mendongak,  baju putih korban terlah berlumuran kuah kuning.  Kotor sekali.  Malunya Debby dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukan selain meminta maaf.

"Lain kali hati-hati,  ini bisa menjadi masalah besar jika orang lain yang kamu tabrak"

"emm.. Aaaa.. Terimakasih dan maaf" Debby hanya menunduk karena terlalu malu.  Apalagi semua mata tertuju pada dirinya.

"Tidak masalah,  kamu tidak perlu malu.  Sebenarnya itu salahku juga"

Debby mulai berani mendongak,  melihat wajah seseorang yang tidak terlihat asing.


#Day8
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Rabu, 23 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 5)

"Aku penasaran dengan akhir drama mereka berdua"  Sahut Rindu sambil menyirup kopi moccachino kesukaannya. Debby beranggapan sama.  Semua yang berhubungan dengan Bemby selalu membuatnya penasaran.

Walaupun selama ini Debby merasa mengenal sosok kakak kelas itu di dalam mimpi,  tetapi ia merasa tidak ada salahnya untuk merasa penasaran.  Termasuk apa yang dilihatnya hari ini di lorong sekolah.

"Kira-kira masalah mereka itu apa ya?  Ahh,, atau jangan-jangan Bemby itu playboy.  Sana sini punya pacar,  cantik-cantik dan tenar.  Kalau dibandingkan dengan kita berdua yang jauh di bawah rata-rata"

Rindu belum juga merasa puas dengan drama ala-ala tadi.  Itu terlihat dengan ocehan-ocehan yang tidak pernah putus tentang Bemby dan Lucita.

"Playboy?  Tidak ada salahnya sih.  Itu terserah dia saja" Debby akhirnya mengemukakan pendapatnya.

"Tapi kan... "

" Sudahlah,  lagi pula tidak ada pasal berapa ayat berapa yang melarang hukum menjadi playboy"

Rindu tidak menyukai pendapat itu.  Dan untuk pertama kalinya kedua sahabat itu memilih pendapat yang berbeda.
Rindu yang selama ini menjalin hubungan dengan beberapa laki-laki sudah pernah merasakan sakitnya menjadi korban playboy.  Hal yang berbeda terjadi kepada Debby yang sekalipun tidak pernah menjalin hubungan.

#Day7
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara


Senin, 21 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 4)

Bemby melepas dekapan Lucita.  Dibalik tembok,  Debby dan Rindu masih menjadi penonton setia.  Kejadian yang tiba-tiba dan penolakan itu membuatnya semakin menarik.

"Apa maksudmu? " Tanya Bemby dengan nada tinggi.

"Bukankah kamu mencintaiku?  Itu yang aku rasa"  Ekspresi wajahnya tidak mewakilkan rasa percaya diri Lucita.

Telinga dan mata dua mata-mata semakin terbuka.  Sedari tadi Bemby meluapkan ketidaksukaannya atas sikap gadis di depannya.  Itu sudah menggambarkan dengan jelas bahwa Bemby menolak Lucita.  Lorong yang kosong menambah hawa menyeramkan dibalik sikap Bemby yang dikenalnya Pendiam,  tidak memperdulikan orang lain terkecuali sohib karibnya.

"Bagaimana kalau kita pergi saja.  Kalau dia tahu kita berdua mengintip,  bisa bahaya! " Rindu menyeret tangan Debby.  Tapi Debby menolak.  Ia tetap optimis bahwa aksinya dengan Rindu tidak menimbulkan kecurigaan.

" Biarkan aku melihat sekali lagi,  kali ini pasti tambah seru" Debby memohon.
Kecewa,  wajahnya menunjukkan kekecewaan.  Dua aktor dan aktris kelas Kakap hilang begitu saja.  Mereka pergi ketika Debby dan Rindu tidak mengawasi drama tanpa settingan dalam beberapa menit saja.

"Hilang" Sahut Debby

"Hilang?? "

Rindu melongo.  Tiada siapapun di lorong itu.  Sepi....

#Day6
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Minggu, 20 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part3)

Di ujung taman sekolah,  Bemby bersenda gurau dengan Rezky, Afif dan Mahesa.  Debby dan Rindu tidak memiliki keberanian untuk menghampiri para senior,  apalagi bertanya dengan tiba-tiba tentang hal yang kebetulan terjadi di dunia mimpi dan dunia nyata.
Debby melangkah mundur,  Bemby menyadari bahwa ada mata-mata yang bersembunyi dibalik tembok. Lambat laun,  suara sepatu terdengar. Mendekat dan semakin mendekat saja.

"Kita pura-pura baca buku ya.  Usahakan se-normal mungkin" Debby memberikan intruksi yang langsung terpikirkan otaknya. Rindu hanya mengangguk.

"Kak Bemby!!!" Panggil seorang perempuan yang dikenalnya.

"Itu kan Lucita" Ujar Rindu.

Teman sekelasnya yang bernama Lucita.  Siswi yang terkenal dengan kecantikannya.  Jika dibandingkan dengan Debby,  sudah tentu kalah telak. Mendekati Bemby yang hampir membuat Debby dan Rindu berakting bak pemain sinetron yang payah.  Lucita dengan percaya diri mendekap Bemby.
Sekarang Debby dan sahabatnya hanya menjadi penonton.  Menyaksikan drama yang dilihatnya secara langsung.
Ekspresi wajah Bemby menunjukkan kebingungan atas sikap Lucita.  Dekapannya yang begitu tiba-tiba dianggap berlebihan.  Bemby tidak terlihat menyukainya.

#Day5
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara


CERBUNG (Believe or Not #Part2)


"Kabar baik,  Bemby itu benar-benar ada.  Dia anak kelas 12 IPA2.  Siswa pindahan dari Bali" Ucap Rindu melalui pesan singkat yang dikirimnya.
"Terimakasih" Balas Debby singkat.
Rasa penasarannya lambat laut mereda.  Firasatnya benar,  Bemby adalah orang yang sama dengan Bemby di  mimpinya.  Sekarang hanya untuk memastikannya lagi,  ia akan meminta bantuan Rindu untuk mengenalnya lebih jauh.  Koneksi Rindu tersebar di seantero sekolahan.  Dengan begitu,  rencananya sedikit lebih mudah dilakukan.
"Memangnya benar kalau itu seseorang yang kamu lihat di mimpi?  Pastikan lagi" Rindu mulai mengajukan pertanyaan pertamanya.  Debby yakin akan ada banyak pertanyaan yang mengatri panjang dipikirannya.
"Untuk sejauh ini keyakinanku masih 50%. Untuk membuatnya 100% yakin,  aku memerlukan bantuanmu."
"Tenang. Koneksiku dimana-mana.  Tetapi apa ini? bentuknya aneh,  semacam Azimat.  Tidak mungkin kan sahabatku ini menggunakan benda azimat" Tangan Rindu sudah memegang sebuah kertas dengan berbagai macam tulisan yang tak dipahami.
"Nanti aku beri tahu semuanya.  Satu hal yang perlu kamu tahu,  ini bukan azimat seperti yang kamu pikirkan sebelumnya.  Tanda di kertas ini pasti ada artinya" Debby yang menggambar sendiri tanda itu.  Tanda yang diberikan Bemby kepadanya di dalam mimpi.  Satu hal yang pasti,  semua akan terkuak suatu hari nanti.

#Day4
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Sabtu, 19 Mei 2018

CERBUNG "Believe or Not #Part 1"

Debby menyusuri lorong sekolah. Di depannya tampak seorang lelaki yang tidak asing.  Yakni Bemby, laki-laki yang dilihatnya di dalam mimpi. Bukan hanya sekali,  tetapi berkali-kali.  Mata Debby berusaha mengawasi langkahnya,  seakan takut akan kehilangan kesempatan untuk memastikan firasatnya itu benar.
"Apa yang kamu lakukan?" Rindu datang secara tiba-tiba. Kakinya behenti melangkah,  matanya tak berfokus kepada targetnya,  akhirnya Debby kehilangannya lagi.
Wajahnya mewakilkan kekecewaan.  Ini bukan saat yang tepat untuk bertanya hal semacam itu.  Beberapa kali ia harus menelan pahit kebenaran yang tak kunjung ia pecahkan.  Rasa penasaran membara seolah tak bisa dipadamkan kecuali dengan bertanya satu hal "apakah namamu Bemby?".
"Rindu,  apa di sekolah kita ada yang bernama Bemby?  Mungkin adik kelas atau kakak kelas?"
"Bemby? Em... Kurang tahu juga sih.  Coba aku tanya nanti deh.  Memangnya Bemby itu siapa?"
"Hanya seseorang yang aku kenal,  mungkin"?.
"Nanti aku kabarkan ya.  Itu cuma masalah kecil. Ke kelas gih,  sebentar lagi bel masuk"
Harapannya masih dititipkan ke Rindu. Seolah hal baik akan datang dari sahabat karibnya.  Debby optimis dengan  apa yang dilihatnya lewat mimpi dan melihatnya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri itu sebuah takdir.  Entah takdir baik atau buruk,  ia berharap yang terbaik saja.

#Day3
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Jumat, 18 Mei 2018

SAAT DIKUASAI AMARAH

Amarah,  sifat perusak yang terkadang hadir ketika seorang insan tak mampu lagi membendung kebencian terhadap sesuatu.  Terlampiaskanlah melalui kata dan perbuatan.  Tidak ada hal positif saat amarah menguasai diri.  Yang muncul hanyalah kerugian-kerugian baik jiwa maupun raga.

"Berapa banyakkah korban amarah?"
"Banyak.!!!"

Banyak contoh yang tanpa disadari sering terjadi di sekitar kita.  Melibatkan orang-orang terdekat dan dicintai. Marak di televisi kasus pembacokkan, penculikkan bahkan kasus berat seperti pembununuhan terjadi.  Penyebabnya hanya satu,  yaitu Amarah yang memuncak menguasai jiwa raga hingga melalukan hal keji. Siapa yang rugi?  Tentu diri sendiri,  merugikan orang lain.  Malu didapat, dijauhi orang terdekat.  Saat itu terjadi,  kita hanya akan membekam di bui.  Hukuman panjang menanti.

Amarah, kontrollah.  Syaitan mengintai di mana-mana.  Mampu menguasai dan membisikkan sesuatu saat bibit amarah tumbuh.  Menjadi besar ya karena syaitan.  Jika bisa mengontrol dengan baik,  kejadian buruk tak akan pernah terjadi. Obat terbaik amarah yaitu istigfar. Ucapkan sebanyak-banyaknya.  Insyaallah amarah akan mereda.
Ingat istigfar ingat Allah swt.

#Day2
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Kamis, 17 Mei 2018

The Power Of 'Doa'

Ada yang ingin kaya?  Punya mobil,  motor,  gadget baru atau keinginan lainnya??  Ingin ini dan itu tetapi sulit mendapatkannya?  Jangan sampai berkhayal ingin punya teman robot seperti Doraemon ya...
Nggak usah risau,  ada cara lain mendapatkan segala keinginan kita yang lebih 'POWER'  dibanding kantong ajaibnya Doraemon.  Jawabannya adalah Allah swt melalui perantara kekuatan doa.
Saya ini orang miskin dan ingin naik haji?  Memangnya bisa?
Tentu.!! Dengan meminta kepada Allah swt melalui doa yang kita panjatkan sehari-hari,  keinginan kita insyaallah dikabulkan.  Ingat,  percayalah bahwa Allah swt akan memberi keinginan kita dengan cara apapun,  dimana pun,  dan kapan pun.  Jadi jangan meremehkan yang namanya 'doa' ya..
Berdoa juga harus diseimbangkan dengan usaha.  Jika hanya mengandalkan doa saja,  rasanya kurang klop.  Bagaikan sayur tanpa garam.  Hambar dan kurang sedap.

Yupss..mulai sekarang,  memintalah kepada Allah,  maka Allah akan memberikannya kepada hamba yang memang bersungguh-sungguh dan konsisten,  percaya diri,  berusaha,  berdoa dan optimis. Begini lebih baik dan menghindarkan hal-hal yang justru menjerumuskankan kita ke lembah kesyirikan (entah dengan pergi ke dukun dan menzolimi orang lain).

#Day1
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara