Bergerilyalah tangan Rindu memilih barang yang terlihat bagus, namun tidak pada Debby. Walau uang yang di bawa mendukung untuk melakukan hal yang sama seperti sahabatnya, tetapi ia tetap berhemat. Membeli barang-barang seperlunya saja. Liburan hanya satu hari, kemungkinan akan berbeda jika berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
"Rindu, bukannya kurma-kurma ini terlihat enak? " Celetuk Debby. Barisan kurma itu menyita perhatiannya.
"Aku sangat suka. Sangat sangat menyukainya"
"Bukannya kamu tidak suka kurma ya? "
" Kurma? Bukan kurma, tapi laki-laki itu" Jari tangannya menunjuk seorang lelaki yang tengah berjalan menyusuri sebuah pakaian. Mampu menyita perhatian Rindu di tengah-tengah pengunjung lain yang hilir mudik tanpa henti. "Aku mau kenalan" Tanpa perlu pikir panjang lagi, Rindu menghampiri laki-laki yang berhasil menyita perhatian jomlo selama sebulan ini.
Namun, langkah Rindu terhenti, ketika ada seorang perempuan yang datang dengan kondisi hamil.
"Hahahaha... " Debby terbahak-bahak melihat peristiwa langka itu. Ditambah wajah sahabatnya yang terlihat kecewa."kamu mau jadi Pelakor, hahahaha"
"Tega kamu Deb"
"Hahaha. Maaf-maaf. Mungkin belum jodoh. Pelajaran baru, jangan langsung nyosor kalau ada laki-laki tampan lewat di depan mata. Untung belom kenalan. Kalau istrinya tahu suaminya diganjenin orang, dia bisa salah paham, sakit hati, bisa-bisa anaknya brojol di sini. Kan bisa gawat"
Rindu hanya diam.
"Udah deh, lanjut belanjanya"
Debby menepuk bahu Rindu. Bertanda "tidak apa-apa" yang penting melakukan suatu usaha untuk menghilangkan status lajangnya. Rindu memang tipe perempuan yang tidak tahan melajang.
~~~
"Kita berangkat" Teriak Debby. "Sekarang, kita ke pantainya naik apa?" Debby tidak mempertanyakan hal terpenting tersebut ketika Rindu mengajaknya berlibur. Debby menjadi pelupa untuk sesaat.
"Eitss.. Tenang. Tunggu beberapa menit lagi. Ada kejutan buat kamu"
"Kejutan?"
"Ya kejutan"
Terdengar bunyi klakson dari kejauhan. Lalu Sebuah mobil silver berhenti di depan Debby. Ia tidak terlalu penasaran dengan supir itu, sampai Rindu mengatakan bahwa kejutannya adalah orang yang menjadi supir tersebut.
"Siapa? "
Penasarannya terhenti, ketika wajah Dito muncul saat kaca mobil di buka.
"Ini kejutannya" Sorak Rindu.
"Dito? Darimana kamu tahu kalau aku akan berlibur"
"Rahasia. Pokoknya aku tahu deh" Sekarang hobbynya bermain rahasia-rahasia. Saat ditanya, pasti jawaban yang diterima selalu kata "Rahasia". "Karena kita akan liburan, semakin ramai bukannya semakin seru?"
"Bener. Bertiga kan sudah ramai? " Sahut Debby.
"Sebenernya aku ajak satu orang lagi. Maaf belum izin sebelumnya. Ya sudah masuk gih?"
Cukup menjadi kejutan dengan bergabungnya Dito di acara liburannya. Pasrah ketika Dito harus mengajak temannya yang sedari tadi diam di kursi belakang. Dari luar tak terlihat karena kaca mobil gelap.
"Emang yang kamu ajak siapa Dit? " Tanya Debby sambil membuka pintu mobil.
Debby menganga, seolah apa yang dilihatnya di dalam mobil hanya sebuah khayalan. Seseorang yang ia kenal dengan santai melambaikan tangan dan tersenyum. Dia mengatakan "hai" dan jantung Debby langsung bereaksi cepat.
"Kamu kenapa tidak masuk? " Tanya Rindu. Dito ikut menoleh karena sedari tadi tidak sadar jika Debby hanya berdiri di depan pintu mobil.
#Day12
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar