Debby menyusuri lorong sekolah. Di depannya tampak seorang lelaki yang tidak asing. Yakni Bemby, laki-laki yang dilihatnya di dalam mimpi. Bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Mata Debby berusaha mengawasi langkahnya, seakan takut akan kehilangan kesempatan untuk memastikan firasatnya itu benar.
"Apa yang kamu lakukan?" Rindu datang secara tiba-tiba. Kakinya behenti melangkah, matanya tak berfokus kepada targetnya, akhirnya Debby kehilangannya lagi.
Wajahnya mewakilkan kekecewaan. Ini bukan saat yang tepat untuk bertanya hal semacam itu. Beberapa kali ia harus menelan pahit kebenaran yang tak kunjung ia pecahkan. Rasa penasaran membara seolah tak bisa dipadamkan kecuali dengan bertanya satu hal "apakah namamu Bemby?".
"Rindu, apa di sekolah kita ada yang bernama Bemby? Mungkin adik kelas atau kakak kelas?"
"Bemby? Em... Kurang tahu juga sih. Coba aku tanya nanti deh. Memangnya Bemby itu siapa?"
"Hanya seseorang yang aku kenal, mungkin"?.
"Nanti aku kabarkan ya. Itu cuma masalah kecil. Ke kelas gih, sebentar lagi bel masuk"
Harapannya masih dititipkan ke Rindu. Seolah hal baik akan datang dari sahabat karibnya. Debby optimis dengan apa yang dilihatnya lewat mimpi dan melihatnya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri itu sebuah takdir. Entah takdir baik atau buruk, ia berharap yang terbaik saja.
#Day3
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar