"Karena kamu sudah memberikanku minuman ini, jadi kamu harus menerima ini" Debby menyerahkan sebotol air jeruk dingin asli buatannya sendiri. Sangat cocok diminum di saat cuaca panas seperti hari ini.
"Wahh.. Terimakasih. Aku sangat menyukai ini. Favoritku jeruk juga semua makanan dan minuman yang berbahan dasar jeruk"
"Benarkah? "
Dua fakta terkuak. Cara mudah untuk menguak berbagai fakta tersembunyi dalam diri Bemby. Setelah mengetahui nama Bemby serupa dengan nama laki-laki yang ada dalam mimpinya, jeruk yang dikatakan Bemby menjadi buah favoritnya juga sesuai dengan mimpinya.
"Tapi bagaimana kamu tahu aku suka jeruk?" Tanya Bemby. "Mungkin saja kebetulan".
Debby tersenyum, "entahlah". Kepura-puraannya tidak lain hanya ingin membuat Bemby curiga.
"Ciyehh.. Kalau kalian berdua terus tatapan seperti itu, awas bisa jatuh cinta. Ya.. Istilahnya cinta dari mata turun ke hati. Hahaha... " Teriak Rindu dari kejauhan. Rindu mendekat dengan kondisi basah kuyup. Disusul Dito dengan kondisi yang sama.
" Jangan bicara sembarangan" Balas Dito.
"Tentu, banyak orang mengatakan kalau cinta itu turun dari mata lalu ke hati, cinta itu bisa datang dari pandangan pertama. Banyak kasus dimana orang hanya membutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta. Semua itu mungkin saja terjadi dengan mereka berdua. Apa kalian setuju?"
Debby hanya diam. Bagaimana bisa Rindu mempertanyakan sesuatu seperti itu? Perkataan dan pertanyaannya membuat Debby sangat malu. Benar-benar memalukan. Reaksi berbeda justru datang dari Bemby. Bemby tidak terlihat malu sama sekali. Ia tersenyum saja.
"Cinta sesederhana itu ya. Bisa saja itu terjadi. Tidak ada yang mustahil di dunia ini kan? " Ucap Bemby. Mendengar itu semua terlihat syok. Bukankah itu pertanda bahwa Bemby menginginkan semua yang dikatakan Rindu itu benar?. Debby menoleh dan menatap Bemby dengan perasaan tidak karuan. Rindu melongo seolah tidak percaya dengan apa yang didengar telinganya. Sedangkan Dito hanya bersikap biasa saja.
"Bagaimana pendapatmu tentang ucapan Bemby tadi? " Rindu mulai menggoda.
"Emm..mungkin saja" Ucap Debby dengan pelan, namun masih bisa didengar oleh Rindu.
"Apa yang kamu katakan?" Tanya rindu penuh kepura-puraan.
"Oh tidak. Menang aku tadi bilang apa? " Jawab Debby. Ia sengaja berpura-pura menjadi pasien alzaimer yang melupakan sesuatu yang terjadi sebelumnta
"Sebaiknya kalian pergi dari sini" Usir Debby.
"Jadi kalian ingin berduaan di sini? Ya sudah"
Rindu memang pandai mengatakan sesuatu yang membuat Debby salah tingkah di depan Bemby. Walaupun hanya candaan, semua perkataan Rindu membuatnya malu.
#Day15
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
"Apa yang kamu katakan?" Tanya rindu penuh kepura-puraan.
"Oh tidak. Menang aku tadi bilang apa? " Jawab Debby. Ia sengaja berpura-pura menjadi pasien alzaimer yang melupakan sesuatu yang terjadi sebelumnta
"Sebaiknya kalian pergi dari sini" Usir Debby.
"Jadi kalian ingin berduaan di sini? Ya sudah"
Rindu memang pandai mengatakan sesuatu yang membuat Debby salah tingkah di depan Bemby. Walaupun hanya candaan, semua perkataan Rindu membuatnya malu.
#Day15
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar