Senin, 28 Mei 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 11)

"Hust,  bukannya itu Bemby ya?"  Bisik Rindu yang dibalas anggukan lemah dengan ekspresi terkejut.  "Tuhan memberikanmu jalan"  Tepukan mendarat di bahu Debby.

Butuh beberapa waktu untuk menenangkan jiwa raganya.  Debby akan berusaha sok kenal sok deket. Bagaimana bisa sekarang ia dan Bemby semobil?  Kejadian semacam ini tidak pernah terpikirkan sama sekali alias di luar dugaan.

Berlibur bersama?  Bukannya ini kejutan yang luar biasa.  Ketika melihat Dito,  ia biasa saja karena sudah saling kenal mengenal sejak bocah.  Namun,  dengan bemby berbeda manakala sejak pertama bertemu,  tak pernah sekalipun berbicara dengan jarak dekat maupun jauh.  Debby hanya menjadi mata-mata yang masih berambisi menemukan dan melumpuhkan bermacam-macam enigma dalam diri Bemby.  Karena hanya dengan memastikan ia bisa mengetahui apakah aktor utama dalam mimpinya adalah Bemby.

"Hei,  syoknya lanjut nanti saja." Ucap Rindu.

"Rindu, kamu duduk di depan" Dito menunjukkan sifatnya yang suka memerintah jika itu memberi keuntungan baginya.  Debby tahu kalau Dito ingin duduk bersebelahan dengannya.  Dan itu sudah biasa terjadi sebelum Dito menghilang.

Debby mengangguk menyatakan persetujuannya untuk duduk di samping Dito.

"Debby,  tunggu!  Aku saja yang duduk di depan" Dengan cepat dan sigap Rindu berpindah duduk ke depan.  Tujuannya sudab jelas,  Rindu ingin memudahkan jalan sahabatnya untuk mengenal Bemby.  "Sebaiknya jangan duduk di belakang ya.  Semua kursi itu sudah penuh dengan barang".

Tidak ada pilihan lain.  Debby masuk dengan jantung yang berdetak semakin cepat. Apa yang harus ia lakukan?

"Debby,  Salam kenal ya.  Aku Bemby"

"Emm..aaaa.. Ia aku tahu kok" Ucap Debby. Kalimat yang tidak seharusnya keluar. Karena situasi,  semuanya terjadi tanpa dipikirkan.  Betapa malunya Debby. Bagaimana jika ucapannya memunculkan suatu kecurigaan.

"Owh,  kamu sudah tahu.  Tapi kita belum berkenalan secara resmi loh. " Bemby menjulurkan tangannya.

Debby membalasnya.  Tangan Bemby halus dan terlihat coklat.  Tangannya terlalu indah sebagai laki-laki.

Memang bukan suasanya yang nyaman untuk Debby.  Tapi ia terpaksa merasakannya.  Mungkin jalan inilah yang diberikan tuhan untuk mengurangi porsi penasarannya.

~~~

Setelah melewati berbagai macam bentuk pertanyaan,  jawaban,  obrolan dan candaan,  akhirnya mereka semua sampai di pantai Nusantara. Pantai yang begitu ramai.

Debby,  Rindu,  Dito dan Bemby berdiri di persisir pantai.  Menatap luasnya lautan biru yang membentang di depan mereka.

Rindu dan Dito berlari mendekati air.  Debby dan Bemby  masih berdiri di tempat yang sama.

"Bukannya sangat indah? " Ucap Debby kepada seseorang  yang berada di sampingnya.

"Indah dan cantik.  Apalagi jika dilihat dari jarak sedekat ini.  Aku rasa akan menyukainya."

#Day13
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar