"Kita gimana pulangnya nih? " Rindu terlihat kesal." Hari ini aku ada janjian sama teman".
"Teman apa teman?" Sahut Debby curiga.
"Teman biasa sih"
"Apa temanmu yang itu?" Debby menunjuk seseorang yang tengah berada di dalam mobil yang terparkir di dekat gerbang.
"Bener. Kamu ikut aku ya. Aku antar sampai rumah" Ajak Rindu.
Debby menggeleng, "duluan saja. Sebentar lagi hujan pasti reda"
"Tapi kan..."
"Sudah, pergi saja"
"Maaf ya, aku pergi dulu".
Tinggallah Debby bersama beberapa siswa yang memilih menunggu dibandingkan menerjang hujan yang lebat. Debby melakukan tindakan tersebut bukan tanpa alasan. Sejak kecil Debby gampang terkena flu jika terkena guyuran hujan terlalu lama.
"Hujan akan berlangsung lama. Bagaimana kalau kamu ikut aku saja" Dito muncul tiba-tiba sambil membentangkan payung yang dibawanya. "Kali ini kamu tidak boleh menolak ya". Dito mendekatkan badan Debby ke arahnya. Berjalan beriringan di bawah payung yang cukup besar. Melindungi tubuh mereka berdua dari guyuran hujan.
Debby tak bisa menolak. Dia pasrah begitu saja ketika tangan Dito mendekap bahunya. Namun, ia tetap berpikiran jika itu hanyalah tanda perhatian Dito sebagai teman lama yang akhirnya bisa bertemu kembali.
Dulu, kedekatan seperti ini sudah biasa. Hingga kini, Debby masih menganggap Dito sebagai sahabat terbaiknya.
Hari ini bus terlambat, terpaksa mereka berdua harus berjalan. Santai tapi sampai. Beruntung hujan mulai mereda di tempat yang tepat. Taman yang menjadi kenangan mereka dulu, sewaktu kecil.
"Ingat, dulu kita sering sekali bermain di taman ini" Ucap Dito. Bayangannya masih melekat di setiap jengkal tanah di taman itu.
Debby setuju. "Terlalu banyak kenangan di sini". Memikirkan kenangan itu membuatnya tersenyum.
Hujan reda seutuhnya. Dito menutup payung yang menaunginya dari rintisan hujan.
"Oh, ada pelangi" Debby menunjuk langit dengan pelangi yang begitu memukau mata.
"Benar. Ini bukan pertama kalinya kita melihat pelangi bersama ya"
"Emmm.. Mungkin sudah ke 12 kalinya. Oh lain kali kita bisa melihatnya lagi"
"Aku setuju"
#Day19
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
Dulu, kedekatan seperti ini sudah biasa. Hingga kini, Debby masih menganggap Dito sebagai sahabat terbaiknya.
Hari ini bus terlambat, terpaksa mereka berdua harus berjalan. Santai tapi sampai. Beruntung hujan mulai mereda di tempat yang tepat. Taman yang menjadi kenangan mereka dulu, sewaktu kecil.
"Ingat, dulu kita sering sekali bermain di taman ini" Ucap Dito. Bayangannya masih melekat di setiap jengkal tanah di taman itu.
Debby setuju. "Terlalu banyak kenangan di sini". Memikirkan kenangan itu membuatnya tersenyum.
Hujan reda seutuhnya. Dito menutup payung yang menaunginya dari rintisan hujan.
"Oh, ada pelangi" Debby menunjuk langit dengan pelangi yang begitu memukau mata.
"Benar. Ini bukan pertama kalinya kita melihat pelangi bersama ya"
"Emmm.. Mungkin sudah ke 12 kalinya. Oh lain kali kita bisa melihatnya lagi"
"Aku setuju"
#Day19
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar