Handphone Debby berdering lagi. Kali ini dari Rindu. Tepat pukul 12 malam, sahabatnya mengucapkan selamat ulang tahun.
Debby belum tertidur saat itu. Seperti biasanya, ia tidak terbiasa tidur lebih awal. Matanya terjaga hingga pukul 2 sampai 3 dini hari. Terkadang ia tertidur pukul 5 pagi. Debby terlalu sering mengalami insomnia. Karena kesusahannya untuk tertidur, membaca novel yang dibeli menjadi pilihan satu-satunya.
Dari seberang, suara Rindu terdengar.
"Selamat ulang tahun sahabat. Semoga pendekatan dengan si dia lancar ya.." Rindu mengikik, terdengar seperti mengejek, namun dia serius mengatakannya.
"Baiklah, aku amin-kan saja ya. Oh iya, terima kasih. Seperti biasa, kamu yang pertama" Balas Debby.
"Tentu. Besok jangan lupa traktir ya. Hehehe"
"Siap"
Pembicaraan terputus. Akhir percakapan dengan kesepakatan yang setiap tahun dilakukan. Traktir. Entah Debby atau Rindu, tradisi saling traktir makanan adalah kegiatan yang wajib dilakukan.
Belum lama handphone itu diletakkan, ada panggilan susulan. Kali ini dari Dito.
"Ada apa, Dit?"
"Belum tidur?"
"Emm.. Belum"
"Bisa keluar sebentar?"
"Keluar? Ada apa lagi? Bukannya tadi kita sudah berbicara banyak?"
"Penting"
"Oke"
Panggilan dihentikan. Dengan cepat ia keluar, menemui sahabat lainnya, Dito. Selama perjalanan singkat menuju lokasi yang dulu hingga sekarang dijadikan lokasi pertemuannya dengan teman, sahabat sekaligus tetangga baginya, timbul rasa penasaran. Apalagi yang ingin dibicarakan? Padahal satu jam yang lalu, ia dan Dito baru saja menghabisakan pembicaraan dalam waktu yang lama. Apa itu belum cukup?.
Dito berdiri membelakanginya, hingga yang terlihat hanya punggung dengan baju kaos berwarna hitam.
"Dito!" Panggil Debby.
Dito menoleh dan tersenyum, memperlihatkan deretan gigi yang putih dibawah lampu yang remang-remang.
"Happy birthday to you, happy birthday to you..... "
Lantunan lagu ulang tahun yang turun temurun dinyanyikan oleh siapapun di dunia, walau dengan bahasa yang berbeda, keluar dari mulut Dito yang tetap saja bersuara jelek menurut Debby. Sambil bernyanyi, Dito mendekat dan membawakan kue tart yang bersusah payah dibuatnya.
Debby memperlihatkan sikap malu-malunya. Dito pun sebenarnya sama, berhasil ditutupinya. Debby sumringah, sesekali tertawa melihat aksi kejutan dari Dito.
"Bagaimana? Apa kamu terkejut?" Tanya Dito sambil menyerahkan bucket bunga yang dibelinya. "Semua ini khusus untuk Debby".
"kejutan lama yang akhirnya terjadi lagi. Bukannya dulu kamu sering memberikan kejutan seperti ini, terutama saat aku ulang tahun?"
"Masih ingat?"
"Tentu. Emm.. Lama rasanya tidak menerima dan merasakan kejutan seperti ini karena kepindahanmu. Kejutan kali ini terasa berbeda. Mungkin karena vakum beberapa tahun" Ucap Debby. "Bunga dan kue yang indah. Terimakasih. Kamu memang yang terbaik dalam hal seperti ini".
"Hehehe.. Bukanya aku hebat? Aku yakin belum ada laki-laki yang memberikan sesuatu seperti ini selain aku. Benar kan?" Dengan percaya diri Dito mengatakan kata-kata yang diyakininya benar.
Debby mengangguk. Anggukannya menandakan apa yang dipikirkan Dito seratus persen benar adanya. "Bagaimana kalau sekaranh kita makan kue"
"Siap!!"
Debby duduk bersama Dito di kursi yang selama ini selalu menjadi tempatnya bercengkrama. Sejak kecil, tempat itulah yang menjadi saksi perjalanan hidup Debby dan Dito menjalani persahabatan yang tidak putus hingga sekarang. Walau pernah tak bersua dan berkomunikasi dalam waktu lama.
"Satu lagi, ini kejutan terakhir" Dito menyerahkan kado yang disembunyikannya di bawah meja.
"Apa ini? "
"Bukan kejutan jika aku memberitahunya"
Debby mengambil, meletakkan di pangkuannya. Lahap ia menyantap kue yang diberikan Dito. "Aku akan gemuk jika terus memakan kue ini" Sahutnya sambil tertawa.
"Tak apa. Kamu tetap cantik walaupun kondisi badanmu gemuk macam sumo"
"Hahaha... Aku yakin tidak ada yang akan melirikku"
"Ada saja" Dito yakin.
"Jangan bergurau. Aku yang kurus seperti sekarang saja tidak ada yang melirik" Debby pesimis.
"Ada"
"Tidak"
"Ada. Itu pasti"
"Yakin?"
Dito mengangguk, "yakin, yakin yakin. Cuma kamu kurang peka saja".
"Benarkah?"
Pembicaraan berlanjut. Debby gembira mendapatkan serta mengalami kejutan yang lama ingin dialaminya lagi. Begitu juga dengan Dito, kejutannya berhasil. Keberhasilan itu menjadi akhir yang sempurna.
#Day27
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar