Rabu, 13 Juni 2018

CERBUNG (Believe or Not #Part 22)

Kado pemberian Dito masih terpajang di atas rak meja belajarnya.  Tidak sempat dibukanya karena kantuk menyerang tiba-tiba setelah acara kejutan berlangsung.

Debby terbangun dari tidur nyenyaknya. Meregangkan otot kakunya dan pergi mandi.  Hari ini tanggal merah,  sehingga dengan santai ia melakukan aktivitas apapun.

Tengah bersantai,  sambil mengeringkan rambut basahnya, mata Debby terfokus kepada kado pemberian Dito yang tak sempat dibukanya.  Ia mengambil kado dan membukanya.

"Lho,  Boneka ini?" Debby sedikit terkejut dengan boneka yabg yang serupa dengan pemberian seseorang yang masih misterius. Dilihatnya lebih seksama,  dan dibandingkan dengan boneka yang ada di atas kasur.

"Persis" gumamnya.

Debby berpikir,  jika seseorang yang memberikan kado biru dengan boneka Doraemon adalah Dito.  Apalagi pada hari itu bertepatan dengan kemunculan Dito yang setelah sekian lama menghilang.

Handphone diambilnya dari atas tempat tidur, jari jemarinya lihat mengetik pesan yang ditujukan kepada Dito.

"Aku ingin bertanya sesuatu,  boleh? "

Pesan dikirimkan.

Beberapa menit kemudian handphonenya berdering.

"Apa?"  Dito menjawab singkat.

"Apakah sebelumnya kamu pernah memberikan kado dengan isi serupa?"

"Tidak. Memangnya kenapa?"

"Oh,  tidak.  Hanya bertanya saja"

"Baiklah".

Bukan Dito,  dan yang lebih jelas lagi bukan Rindu.  Apakah ia akan bertanya kepada kandidat lainnya.  Bemby.

Secara kebetulan,  Bemby mengirimkan pesan pagi itu.  Sekadar mengucapkan selamat ulang tahun yang jatuh pada hari ini.

Paginya indah,  dan serasa hari baik berpihak padanya.  Seutuhnya.  Di hari ulang tahun menjadi hari terbaik dalam satu tahun.  Debby bahagia,  karena Dito kembali dan ia semakin dekat dengan Bemby.

Pintu diketok ibu.  "Ada temenmu nak" Teriaknya,  namun tetap bernada lembut.

"Siapa? Rindu?"

"Bukan.  Sebaiknya kamu keluar ya"

Debby menyisir rambutnya,  memakai make up agar wajahnya tak terlalu pucat. Dari atas tangga sudah terlihat sesosok laki-laki yang dikenalnya.

"Loh,  Bemby?" Sapa Debby.  Wajahnya sumringah.  Sedikit tidak percaya dengan apa yang dilihatnya pagi ini.  Seseorang yang dicinta nya sekarang ada di rumahnya.

"Maaf pagi-pagi sudah bertamu"

"Tidak apa-apa,  Nak.  Lagian tante kaget juga kalau ada laki-laki selain Dito yabg yang bertamu mencari anak tante"

"Yang benar tante?"

"Ia"

"Saya kalah cepat.  Jika saja dari dulu saya mengenal Debby,  mungkin saya menjadi pengganti Dito" Bemby mengatakan tanpa ragu.  Debby hanya berdiri sambil berusaha memahami apa yang dikatakan Bemby. Berharap apa yang didengarnya tidak salah.

Bemby langsung akrab saja dengan ibu Debby.  Debby menceritakan bahwa Bemby adalah kakak kelas di sekolah yang sama. Debby menceritakan tentang Bemby yang hanya sekadar kakak kelas dan adik kelas. Namun ibu tak percaya,  karena ibu tahu bahwa Bemby menganggap Debby tidak sebagai adik kelas.  Melainkan seseorang yang spesial dihatinya. Bemby cinta kepada anaknya.

Debby belum mengetahui maksud serta tujuan Bemby datang kerumah dan mencarinya.  Karena Bemby terlalu asyik berbicara dengan ibu,  kesempatannya untuk bertanya tak pernah terbuka.

#Day28
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar