"Ya sudah, Tante ke kamar dulu. Ada sedikit kerjaan" Ibunya pergi neninggalkan Debby dan Bemby berdua. Langkah anggunnya berlahan meninggalkan ruang tamu.
Kini bebaslah Debby bertanya perihal kedatangan orang yang dikagumi dan dicintainya.
"Kamu ke sini pasti ada tujuan tertentu, kan?" Debby langsung bertanya ketika tubuh ibunya menghilang di balik pintu kamar.
Bemby berdehem, diam sejenak lalu menganggukkan kepalanya. "Tentu, dan itu pasti. Percuma aku mengumpulkan keberanian untuk datang ke rumah kamu jika tidak memiliki maksud dan tujuan tertentu. Hari ini kamu ulang tahun kan?"
Debby mengangguk, "Tahu dari mana?".
Lagi-lagi butuh waktu yang lama untuk mendengarkan setiap jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Bemby selalu berpikir, seolah merangkai jawaban yang pas untuk dijawabnya. "Tahu saja, pokoknya selamat ulang tahun ya. Dan ini buat kamu. Maaf, hadiah ini tidaklah spesial, kamu bisa membukanya nanti"
Cukup kecewa dengan jawaban yang tak sesuai harapannya. Bemby meletakkan hadiah itu, lalu Debby mengambilnya.
"Terimakasih, bukan isinya yang penting, tapi niat. Apapun pemberianmu itu sudah sangat berharga. Sekali lagi terima kasih untuk hadiahnya" Debby begitu sungkan menerimanya, tapi ini adalah hadiah yang sangat diinginkannya. Impiannya untuk dekat dan semakin dekat dengan Bemby menjadi kenyataan. Jalannya semakin mulus dan lancar saja. Ia bersyukur atas itu.
"Sama-sama. Oh iya, akhir pekan kamu ada waktu luang? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Itupun kalau kamu setuju"
Kejutan lagi, "Luang kok, aku tidak ada acara sama sekali" jawabnya cepat. Sebenarnya akhir pekan Debby mempunyai janji dengan Rindu untuk menemaninya ke toko buku. Tapi ajakan Bemby membuatnya sedikit menjadi penghianat. Hanya Rindu, ia yakin sahabatnya akan memahami keputusannya.
Ruangan senyap sejenak, Debby memanfaatkan kesenyapan dengan memberitahukan kepada sahabatnya bahwa akhir pekan ia dan Bemby akan mengunjungi suatu tempat.
"Aku benar-benar minta maaf"
"Oke, aku bisa memindahkannya ke hari lain. Tak usah dipikirkan. Aku yakin kamu pasti bahagia hari ini" Sahut Rindu dari seberang sana.
"Kamu memang sahabat terbaik" emoticon mengakhiri percakapan mereka.
Percakapan mereka berlangsung. Kadang kala diselingi senyum hingga tawa. Hati Debby begitu bahagia. Sulit diungkap kata-kata.
Tanpa disadari, ibu mengintip dari balik pintu.
#Day30
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar